Sehelai daun


Sehelai daun adalah organ penting sebuah tumbuhan. Daun mampu memenuhi kebutuhan energi dirinya, menjadi dapur makanan bagi sebuah pohon tempatnya tertancap, dan mampu memberikan kesejukan bagi udara disekitarnya. Daun mampu melakukan semua itu secara kodrati.
Daun mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam sekitarnya. Saat musim kering, daun rela menggugurkan diri untuk menjaga air tanah tidak menguap sehingga tanaman tetap hidup. Pada daerah padang pasir, daun berbentuk ramping dan memiliki lapisan kutikula yang tebal sehingga air dalam sel-selnya tidak mudah menguap.
“ Itulah kehidupan, lihatlah warna daun ada yang hijau muda, hijau tua dan kekuning-kuningan dan akhirnya gugur ...“
Kehidupan itu harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup itu harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup itu harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan, serupa dengan fungsi helai-helai daun yang memiliki dan mempunyai sesuatu, hingga pada akhirnya ia harus gugur dan jatuh ke tanah, lepas dari batang pohon yang kokoh sekalipun. Melayang mengikuti angin sebagai takdirnya. Entah ia jatuh pada tanah gersang, tanah subur, tanah berbatu, atau di atas jalanan, hingga ia langsung terlindas kendaraan-kendaraan yang lewat. Entah ia jatuh di atas permukaan air yang menghanyutkannya dan entah sampai kapan ia harus terhanyut. Semuanya entah, hingga mentari tidak bisa lagi membantunya membentuk klorofil-klorofil bagi daun-daun gugur itu.

Demikianlah filosofi daun. Daun itu hijau, indah, menghidupi dan menyegarkan. Dengan sifat-sifatnya yang berperan besar dalam penyelamatan bumi, maka berbagai upaya penyelamatan bumi disebut sebagai aktivitas hijau. Semakin banyak daun tumbuh, semakin hijau bumi dibuatnya, semakin nyaman bumi untuk ditinggali. Yang perlu diingat, bumi ini bukan warisan, melainkan kita meminjamnya dari anak-cucu dan penerusnya. Karena alasan itu, tentunya kita harus mengembalikan dalam kondisi sebaik mungkin pada saatnya kelak mereka hadir di bumi.

Share this:

JOIN CONVERSATION

    Blogger Comment

0 comments:

Post a Comment